Ridwan Kamil Adakan Aturan Bagi PKL Dalam Bazar Al Jabbar Ramadhan 2023

Berdasarkan informasi yang di peroleh dari portal berita online prfmnews.id pada tanggal, Kamis (02/03/23). Unggahan tersebut menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginformasikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sedang mempersiapkan zona khusus di kawasan Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Ridwan Kamil menyampaikan zona khusus PKL akan di targetkan untuk dapat di gunakan jualan mulai bulan Ramadhan ini 2023. Bazar itu di namakan sebagai Pasar Bazar Al Jabbar.

Namun, Ridwan Kamil (Kang Emil) menegaskan sebuah aturan yang berlaku dan sudah disiapkan Pemprov Jabar untuk para PKL yang ingin memasarkan produk di Pasar Bazar Al Jabbar.

Tutur Kang Emil menjelaskan, bahwa aturan berjualan di Masjid Raya Al Jabbar untuk para PKL yang utamanya di zona khusus tersebut diprioritaskan bagi mereka yang berasal dari warga lokal.

Kang Emil juga kembali memastikan PKL tidak ada larangan berjualan di lingkungan Masjid Raya Al Jabbar. Namun, harus ada penataan sehingga menjadi lebih tertib, nyaman dan rapi. Selanjutnya begutu bagi PKL yang bukan berasal dari wilayah sekitar sehingga kedisiplinan menjadi tidak terkendali.

“PKL itu dipersilahkan, tapi yang diutamakan yaitu warga lokal. Kemarin terindikasi banyak PKL bukan dari warga setempat. Juga dikarena ramai jadi, kedisiplinan tifak terkendali,” tutur Ridwan Kamil (Kang Emil) Gubernur Jawa Barat.

Kemudian ditetapkan bahwa untuk menata PKL di zona khusus tersebut seusai yang dihasilkan dari dirinya yang memimpin Rapat Evaluasi Masjid Raya Al Jabbar pada, Rabu 1 Maret 2023.

“Kisaran satu hektar di seberang masjid tersebut akan jadi solusi. Nanti PKL akan ditampung dengan suasana yang lebih tertib,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Masjid Raya Al Jabbar ditutup sementara sejak 27 Februari dan akan dibuka kembali 14 Maret 2023. Masjid Al Jabbar di tutup untuk persiapan Ramadhan juga adanya penyempurnaan teknis pada beberapa bagian kontraktor.

“Masjid ditutup dahulu selama dua minggu, karena ada beberapa hal yang mesti disempurnakan. Terdapat penyempurnaan teknis, dan sedang disempurnakan oleh kontraktor,” tutur Kang Emil.

Serta penutupan dilakukan untuk penataan PKL yang beberapa diantaranya berjualan di zona merah, dan menertibkan kantong-kantong parkir di kawasan masjid tersebut.

“Insya Allah Ramadhan Masjid Raya Al Jabbar lebih kinclong, lebih tertib, dan tertat. Parkir liarnya juga sudah ditata dengan sistem yang lebih baik,” tutur Kang Emil.

Dia juga memprediksi pada Ramadhan, bahwa masjid yang diresmikannya di tanggal 30 Desember 2022 lalu itu akan dipenuhi warga, dengan beribadah dan menjadi lokasi favorit baru untuk ngabuburit.

“Sebelum tiba Ramadhan saja sudah ramai, apalagi nanti ngabuburit pasti dikejar oleh semua orang untuk buka puasa bersama. Jadi tidak apa-apa, asal tertib, daripada sepi tidak ada kegiatan,” bebernya.***